Banyak orang yang merasa kehabisan uang saat harga kebutuhan naik. Apalagi jika Anda memiliki anggaran yang terbatas. Namun, ada beberapa tips yang dapat membantu Anda mengatur keuangan dengan lebih baik dan menghindari keuangan bocor. Mari kita lihat beberapa tipsnya.
Apa Kata Data?
Berdasarkan survei Jakpat, 79% Gen Z Indonesia merasa memahami pengelolaan keuangan pribadi. Namun, masih banyak orang yang tidak siap menghadapi kenaikan harga kebutuhan. Menurut data OJK, tingkat kepemilikan asuransi masyarakat Indonesia masih termasuk rendah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara.
1. Buat Anggaran yang Realistis
Membuat anggaran yang realistis sangat penting untuk menghindari keuangan bocor. Anda perlu mempertimbangkan biaya kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi. Pastikan Anda memiliki cadangan untuk menghadapi kenaikan harga kebutuhan.
- Misalnya, jika Anda memiliki anggaran sebesar Rp 1.000.000 per bulan, pastikan Anda memiliki cadangan sebesar Rp 200.000 untuk menghadapi kenaikan harga kebutuhan.
2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Prioritaskan kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi. Jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya kebutuhan lainnya seperti asuransi dan pengobatan.
- Misalnya, jika Anda memiliki anggaran sebesar Rp 1.000.000 per bulan, pastikan Anda memiliki biaya untuk kebutuhan pokok sebesar Rp 800.000.
3. Gunakan Teknologi untuk Mengatur Keuangan
Gunakan teknologi untuk mengatur keuangan Anda. Anda dapat menggunakan aplikasi keuangan seperti Jelas untuk membantu Anda mengatur keuangan dengan lebih baik.
Anda juga dapat menggunakan teknologi untuk membantu Anda menghemat uang. Misalnya, Anda dapat menggunakan aplikasi penghematan uang untuk membantu Anda menghemat uang.
- Misalnya, jika Anda memiliki anggaran sebesar Rp 1.000.000 per bulan, pastikan Anda memiliki biaya untuk penghematan uang sebesar Rp 100.000.
Anda dapat menggunakan teknologi untuk membantu Anda mengatur keuangan dengan lebih baik dan menghindari keuangan bocor.