Pengeluaran Impulsif Saat Belanja Online? Ini 3 Cara Mengontrolnya
6 dari 10 karyawan Indonesia mengaku pernah melakukan pembelian impulsif saat belanja online. Ternyata, kebiasaan ini bisa membuat uangmu habis lebih cepat.
Belanja online sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mendapatkan barang-barang yang kamu inginkan dengan hanya beberapa klik. Namun, ada risiko besar bahwa kamu akan melakukan pembelian impulsif saat belanja online. Menurut survei Populix, 68% responden Gen Z dan Millennial Indonesia mengaku pernah melakukan pembelian impulsif secara online dalam 3 bulan terakhir. Kurangi Pengeluaran yang Boros, Tambahkan Uang yang Produktif.
Cara Mengontrol Pengeluaran Impulsif Saat Belanja Online
1. **Tetapkan anggaran**: Sebelum kamu memulai belanja online, tentukan berapa banyak uang yang kamu ingin belanjakan. Kamu bisa menggunakan aplikasi Jelas untuk membantu kamu mengontrol pengeluaran.
2. **Buat daftar belanja**: Sebelum kamu memulai belanja online, buatlah daftar belanja yang jelas. Ini akan membantu kamu untuk tidak melakukan pembelian impulsif. Belanja Online Tengah Malam, Apakah Benar Boros?.
3. **Gunakan fitur pembelian impulsif**: Beberapa situs belanja online memiliki fitur pembelian impulsif yang dapat membantu kamu untuk tidak melakukan pembelian impulsif. Kopi vs Keuangan: Mana yang Lebih Cocok untukmu?.
Menurut data BPS, rata-rata pengeluaran rumah tangga perkotaan Indonesia sebesar Rp 2,67 juta per bulan. Jika kamu tidak mengontrol pengeluaran impulsif, maka kamu bisa saja kehilangan uangmu lebih cepat.
Contoh Kasus: Mengontrol Pengeluaran Impulsif Saat Belanja Online
Bayu, seorang karyawan, biasanya melakukan pembelian impulsif saat belanja online. Namun, setelah menggunakan aplikasi Jelas, Bayu berhasil mengontrol pengeluaran impulsifnya dan menghemat Rp 500.000 per bulan.