Bagaimana jika saya mengatakan bahwa pengeluaran Gen Z yang paling sering membengkak bukanlah karena mereka suka membeli barang mewah atau melakukan perjalanan ke luar negeri? Tapi karena mereka suka membeli makanan dari aplikasi pesan antar makanan?
Menurut data Jakpat, pengeluaran untuk layanan pesan antar makanan (food delivery) naik rata-rata 23% per tahun sejak 2020. Ini berarti bahwa lebih dari separuh karyawan di Indonesia telah meningkatkan pengeluaran mereka untuk makanan dari aplikasi pesan antar makanan.
Apa Kata Data?
Berdasarkan data BPS Susenas 2022, rata-rata pengeluaran rumah tangga perkotaan Indonesia sebesar Rp 2,67 juta per bulan. Sementara itu, proporsi pengeluaran makanan dan minuman rumah tangga Indonesia mencapai 49,7% dari total pengeluaran.
3 Cara Mengendalikan Pengeluaran Makanan dari Aplikasi Pesan Antar Makanan
1. **Buat Anggaran Makanan**: Buatlah anggaran makanan bulanan dan tentukan berapa banyak uang yang bisa kamu gunakan untuk makanan dari aplikasi pesan antar makanan. Misalnya, kamu bisa mengalokasikan Rp 500.000 per bulan untuk makanan dari aplikasi pesan antar makanan.
2. **Pilih Aplikasi yang Tepat**: Pilih aplikasi pesan antar makanan yang menawarkan harga yang kompetitif dan promo yang menarik. Misalnya, kamu bisa menggunakan aplikasi GrabFood atau GoFood untuk mendapatkan harga yang lebih murah.
3. **Buat Daftar Makanan**: Buatlah daftar makanan yang ingin kamu pesan dari aplikasi pesan antar makanan. Dengan begitu, kamu bisa memastikan bahwa kamu tidak terlalu banyak membeli makanan yang tidak perlu.
Mengapa Penting untuk Mengendalikan Pengeluaran Makanan?
Mengendalikan pengeluaran makanan dari aplikasi pesan antar makanan sangat penting karena dapat membantu kamu menghemat uang dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Dengan begitu, kamu bisa menggunakan uang yang lebih banyak untuk hal-hal yang lebih penting, seperti berinvestasi atau membeli barang yang lebih berguna.